{"id":6132,"date":"2025-06-25T13:29:39","date_gmt":"2025-06-25T06:29:39","guid":{"rendered":"https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/?p=6132"},"modified":"2025-10-13T12:34:06","modified_gmt":"2025-10-13T05:34:06","slug":"marsya-hafidza-wajah-baru-putri-himasta-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/id\/marsya-hafidza-wajah-baru-putri-himasta-2025\/","title":{"rendered":"MARSYA HAFIDZA, WAJAH BARU PUTRI HIMASTA 2025"},"content":{"rendered":"<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"583\" src=\"https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250625-WA0015-1024x583.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-6133\" style=\"width:615px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250625-WA0015-1024x583.webp 1024w, https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250625-WA0015-300x171.webp 300w, https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250625-WA0015-768x437.webp 768w, https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250625-WA0015-18x10.webp 18w, https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/IMG-20250625-WA0015.webp 1114w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Putra Putri Himasta, suatu ajang pencarian sosok representatif dari Himpunan Mahasiswa Statistika (Himasta) yang diselenggarakan pada tanggal 26 April hingga 14 Juni 2025. Putra Putri Himasta bukan sekedar ajang untuk tampil saja, tetapi juga sarana untuk menemukan mahasiswa yang dapat menjadi panutan serta memiliki kepribadian positif. Mereka yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi representasi Himasta dan membawa nama Himasta di tingkat fakultas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Motivasi dan Perjalanan Mengikuti Putra Putri Himasta 2025<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alasan Marsya mengikuti ajang Putra Putri Himasta 2025 sebenarnya sederhana, ia ingin menunjukkan bahwa semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk tampil dan mempunyai peran. Menjadi representatif Himasta menurutnya bukan hanya soal menjadi sempurna, tetapi soal keberanian untuk tampil apa adanya dan adanya kemauan untuk terus belajar. Menurut Marsya, menjadi duta bukan tentang siapa yang paling siap dari awal, tetapi siapa yang ingin terus berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses yang dilalui Marsya tentu tidak mudah. Mulai dari karantina, unjuk kabisa, wawancara, hingga grand final. Setiap prosesnya tentu penuh dengan tantangan, terutama pada saat rasa insecure dan overthinking muncul. Namun, Marsya berkomitmen pada dirinya untuk menjadi versi lebih baik dari dirinya setiap hari, mulai dari cara berbicara hingga caranya mengontrol rasa gugup. Lewat ajang ini juga ia belajar bahwa setiap orang mempunyai keunikannya masing-masing. Yang terpenting adalah keberanian untuk tampil, percaya diri, dan yakin jika apa yang sudah diusahakan pasti membuahkan hasil.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Momen Tidak Terlupakan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi Marsya, momen yang paling berkesan selama mengikuti ajang Putra Putri Himasta 2025 adalah ketika tampil di sesi unjuk bakat. Ia menunjukkan bakat yang belum pernah ia perlihatkan kepada orang lain untuk pertama kalinya. Meski awalnya sempat ragu dan khawatir tidak bisa tampil maksimal, namun dengan keyakinan dalam diri dan dukungan dari lingkungan sekitarnya, Marsya berhasil tampil dengan percaya diri. Menurut Marsya, momen tersebut merupakan momennya untuk bangkit yang menunjukkan kalau apapun yang dialami tidak boleh menjadi penghalang untuk terus berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Menjadi Representasi Himasta<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi Marsya, menjadi Putri Himasta bukan hanya tentang membawa nama Himpunan, tetapi juga bagaimana cara menjaga citra serta menunjukkan nilai-nilai positif. Bersama Azzam sebagai Putra Himasta, mereka merasa memegang tanggung jawab moral untuk mencerminkan wajah Himasta di orang lain, mulai dari cara berbicara, hingga bagaimana cara mereka memperlakukan orang-orang disekitarnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pesan Untuk Teman-teman Mahasiswa<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Marsya percaya bahwa setiap kesempatan yang datang layak untuk diambil. Kita jangan merasa ragu, minder, atau merasa tidak mampu karena pada akhirnya yang paling bangga dengan proses serta perjuangan kita adalah diri sendiri. Marsya ingin menyampaikan kepada teman-teman yang ingin mengikuti ajang serupa atau aktif di organisasi, bahwa rasa percaya diri dapat tumbuh lewat keberanian untuk mencoba dan menikmati setiap prosesnya. Apapun hasilnya nanti, selama kita sudah berusaha dan berani untuk keluar dari zona nyaman, maka itu sudah menjadi suatu pencapaian besar. Bagi Marsya, pemenang sejati merupakan mereka yang terus berkembang dan berani menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dokumentasi: <a href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1Q2qsFOs30PTJ9IC7WbVgWluh2dXFYjX9\/view?usp=drivesdk\">IMG-20250625-WA0015.jpg<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penulis<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Syahla Athaillah S<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"mailto:syahla24004@mail.unpad.ac.id\">syahla24004@mail.unpad.ac.id<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Putra Putri Himasta, suatu ajang pencarian sosok representatif dari Himpunan Mahasiswa Statistika (Himasta) yang diselenggarakan pada tanggal 26 April hingga 14 Juni 2025. Putra Putri Himasta bukan sekedar ajang untuk tampil saja, tetapi juga sarana untuk menemukan mahasiswa yang dapat menjadi panutan serta memiliki kepribadian positif. Mereka yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi representasi Himasta dan membawa nama Himasta di tingkat fakultas.&nbsp; Motivasi dan Perjalanan Mengikuti Putra Putri Himasta 2025 Alasan Marsya mengikuti ajang Putra Putri Himasta 2025 sebenarnya sederhana, ia ingin menunjukkan bahwa semua orang mempunyai kesempatan yang sama untuk tampil dan mempunyai peran. Menjadi representatif Himasta menurutnya bukan hanya soal menjadi sempurna, tetapi soal keberanian untuk tampil apa adanya dan adanya kemauan untuk terus belajar. Menurut Marsya, menjadi duta bukan tentang siapa yang paling siap dari awal, tetapi siapa yang ingin terus berkembang. Proses yang dilalui Marsya tentu tidak mudah. Mulai dari karantina, unjuk kabisa, wawancara, hingga grand final. Setiap prosesnya tentu penuh dengan tantangan, terutama pada saat rasa insecure dan overthinking muncul. Namun, Marsya berkomitmen pada dirinya untuk menjadi versi lebih baik dari dirinya setiap hari, mulai dari cara berbicara hingga caranya mengontrol rasa gugup. Lewat ajang ini juga ia belajar bahwa setiap orang mempunyai keunikannya masing-masing. Yang terpenting adalah keberanian untuk tampil, percaya diri, dan yakin jika apa yang sudah diusahakan pasti membuahkan hasil.&nbsp; Momen Tidak Terlupakan Bagi Marsya, momen yang paling berkesan selama mengikuti ajang Putra Putri Himasta 2025 adalah ketika tampil di sesi unjuk bakat. Ia menunjukkan bakat yang belum pernah ia perlihatkan kepada orang lain untuk pertama kalinya. Meski awalnya sempat ragu dan khawatir tidak bisa tampil maksimal, namun dengan keyakinan dalam diri dan dukungan dari lingkungan sekitarnya, Marsya berhasil tampil dengan percaya diri. Menurut Marsya, momen tersebut merupakan momennya untuk bangkit yang menunjukkan kalau apapun yang dialami tidak boleh menjadi penghalang untuk terus berkembang. Menjadi Representasi Himasta Bagi Marsya, menjadi Putri Himasta bukan hanya tentang membawa nama Himpunan, tetapi juga bagaimana cara menjaga citra serta menunjukkan nilai-nilai positif. Bersama Azzam sebagai Putra Himasta, mereka merasa memegang tanggung jawab moral untuk mencerminkan wajah Himasta di orang lain, mulai dari cara berbicara, hingga bagaimana cara mereka memperlakukan orang-orang disekitarnya.&nbsp; Pesan Untuk Teman-teman Mahasiswa Marsya percaya bahwa setiap kesempatan yang datang layak untuk diambil. Kita jangan merasa ragu, minder, atau merasa tidak mampu karena pada akhirnya yang paling bangga dengan proses serta perjuangan kita adalah diri sendiri. Marsya ingin menyampaikan kepada teman-teman yang ingin mengikuti ajang serupa atau aktif di organisasi, bahwa rasa percaya diri dapat tumbuh lewat keberanian untuk mencoba dan menikmati setiap prosesnya. Apapun hasilnya nanti, selama kita sudah berusaha dan berani untuk keluar dari zona nyaman, maka itu sudah menjadi suatu pencapaian besar. Bagi Marsya, pemenang sejati merupakan mereka yang terus berkembang dan berani menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Dokumentasi: IMG-20250625-WA0015.jpg Penulis Syahla Athaillah S syahla24004@mail.unpad.ac.id<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":6133,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[129],"tags":[],"class_list":["post-6132","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6132","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6132"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6132\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6133"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6132"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6132"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/statistics.unpad.ac.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6132"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}