Peserta SMUP Gelombang II Ikuti Ujian TKA dan TKBI Sistem CBT

08/01/2020 0 comments admin Departemenku, Unpadku

[Unpad.ac.id, 7/01/2020] Sebanyak  530 peserta mengikuti ujian TKA dan TKBI Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) Program Profesi, Spesialis dan Magister Gelombang II yang dilaksanakan di Unpad Kampus Jatinangor, Selasa (7/01). Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, kali ini Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI) dilaksanakan serentak.

Koordinator SMUP, Prof. Muchtaridi, M.Si.,Ph.D, Apt. menjelaskan, peserta yang belum memiliki nilai TKA dan TKBI atau salah satunya, wajib mengikuti ujian TKA dan TKBI secara serentak menggunakan sistem Computer Based Test (CBT). Adapun peserta yang sebelumnya telah memiliki nilai TKA dan TKBI, diperkenankan untuk melakukan konversi nilai. Pada SMUP Gelombang II ini, 530 peserta mengikuti ujian TKA dan TKBI berbasis CBT, dan 374 peserta melakukan konversi nilai karena telah memiliki nilai TKA dan TKBI.

Pada pelaksanaan sebelumnya, calon peserta SMUP Profesi, Spesialis dan Magister harus memiliki nilai TKA dan TKBI sebelum mendaftar sebagai peserta SMUP. Pendaftaran dan pelaksanaan TKA dan TKBI dilakukan terpisah. Sertifikat TKA atau Tes Kemampuan Belajar Advanced (TKBA) diperoleh dari Unpad atau institusi pemerintah seperti Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Sementara sertifikat TKBI diperoleh dari Unpad atau ELT, TOEFL, dan IELTS. Sertifikat tersebut memiliki masa berlaku 2 tahun.

“Dengan TKA dan TKBI yang waktu pelaksanaannya berbeda, mental dan persiapan peserta juga berbeda, diadakan secara serentak agar persiapannya maksimal,” ungkap Prof. Muchtaridi.

Menurutnya, ujian serentak ini mampu mempersingkat dan mempermudah proses yang dilakukan peserta, karena peserta cukup sekali saja mendaftar dan membayar biaya seleksi yang sudah termasuk pelaksanaan ujian TKA dan TKBI.

Program studi yang bisa diikuti oleh calon peserta kali ini tidak sebanyak pada pelaksanaan Gelombang I karena tidak semua program studi membuka pendaftaran di Gelombang II.

Setelah mengikuti ujian TKA dan TKBI serentak hari ini, proses seleksi berlanjut dengan seleksi wawancara serentak pada Rabu (8/01) besok di program studi masing-masing sesuai jadwal dan lokasi yang telah ditetapkan sebelumnya di website smup.unpad.ac.id, kecuali untuk Program Studi Magister Manajemen dan Manajemen (sains) sudah melakukan wawancara pada 4 Januari lalu. Selanjutnya peserta menantikan pengumuman kelulusan pada 23 Januari 2020 mendatang. Sementara itu, peserta SMUP Program Doktor juga akan mengikuti wawancara untuk verifikasi LoA pada esok hari sesuai jadwal yang tercantum di website SMUP dan pengumuman kelulusan akan disampaikan pada tanggal 28 Januari 2020.

Melalui pelaksanaan SMUP secara serentak, Prof. Muchtaridi berharap seleksi akan menghasilkan lulusan berkualitas dan terpilih. “Mudah-mudahan Unpad mendapat mahasiswa berkualitas, sesuai keinginan prodi, baik secara publikasi maupun kemampuan bahasa Inggris yang mumpuni, dan secara akademis mampu lulus tepat waktu,” harapnya.

Ujian TKA dan TKBI ini terbagi dalam dua sesi, sesi pagi yang diikuti 346 peserta dimulai pukul 7.00 WIB dan sesi siang yang diikuti 184 peserta dimulai pukul 12.30 WIB. Lokasi ujian tersebar di 16 ruangan pada 7 lokasi di Fakultas Keperawatan, Fakultas Kedokteran Gedung C3, Fakultas Kedokteran Gedung C5, Fakultas Kedokteran Gigi, Gedung D FMIPA, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Gedung Statistika Fakultas MIPA.

Lebih lanjut Prof. Muchtaridi menjelaskan, Ujian berbasis CBT ini didukung ketersediaan 705 Personal Computer (PC) dengan infrastruktur jaringan LAN yang memadai. Tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan ujian hari ini, baik kendala teknis komputer, jaringan internet, server, maupun listrik. Adapun kendala yang terjadi hanya berkisar pada kesalahan peserta, seperti kesalahan input tanggal lahir, terlambat hadir di ruang ujian, dan kartu peserta yang tidak dicetak.

Prof. Muchtaridi mengatakan, pengembangan sistem pelaksanaan ujian akan terus dilakukan. Pada masa mendatang, tidak menutup kemungkinan ujian akan diselenggarakan berbasis android karena saat ini dalam proses pengembangan dan penyempurnaan sistem.

Laporan oleh M. Dzulfikri Firdaus